Peresmian Graha Anak Terpadu "Pelita Hati" oleh Pj Bupati Pasuruan

Kamis, 19 Desember 2024 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun RSUD Bangil yang ke 47 Tahun, Pj Bupati Pasuruan meresmikan Graha Anak Terpadu "Peltia Hati". Acara peresmian secara simbolis dilakukan di Ruang Jupiter Lantai 3 Gedung Manajemen dan dilanjutkan dengan pemotongan pita di Graha Anak Terpadu "Pelita Hati". Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini; Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Teguh Ananto; Asisten Pemerintahan dan Kesra, Diano Vella Fery; undangan lainnya serta civitas hospitalia RSUD Bangil.

Acara diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim, pembacaan doa, sambutan oleh Direktur RSUD Bangil dr. Arma Roosalina, M.Kes, launching inovasi Byprem, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada inovator dan karyawan berprestasi, lalu sambutan Pj Bupati Pasuruan Dr. Nur Kholis, S.Sos., M.Si., CIPA., CIHCM sekaligus penandatanganan prasasti peresmian Graha Anak Terpadu "Pelita Hati" lalu peringatan Hari Ulang Tahun RSUD Bangil yang ke 47 Tahun dan diakhiri dengan pemotongan pita peresmian di Graha Anak Terpadu "Pelita Hati" serta sapa pasien di gedung baru tersebut.

Dalam sambutannya, Direktur RSUD Bangil, dr Arma Roosalina menjelaskan, Graha Terpadu Anak Pelita Hati dibangun dengan tiga lantai dengan total 55 tempat tidur. Lantai pertama khusus untuk Kelas Rawat Inap Standart (KRIS), kemudian Lantai kedua untuk ruang HCU (high care unit) dan PICU (Pediatric Intensive Care Unit) alias ruangan yang digunakan untuk merawat anak-anak yang mengalami kondisi medis serius dan mengancam jiwa dengan total 16 tempat tidur; serta Lantai ketiga untuk rawat inap VIP dan VVIP dengan 10 tempat tidur. Untuk membangun graha anak Pelita Hati, Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 9,465 Milyar. Anggaran tersebut berasal dari DBHCHT Kabupaten Pasuruan tahun 2024.

Sementara itu, Pj Bupati Nurkholis berharap agar RSUD Bangil terus mengembangkan inovasi layanan kesehatannya pada publik. Termasuk bagaimana menciptakan sebuah kenyamanan bagi pasien yang tengah berjuang melawan penyakit yang dideritanya. "Setiap rumah sakit itu harus punya keunggulan. Salah satunya RSUD Bangil. Jadi saya harapkan ke depan lebih ditingkatkan lagi menjadi RS dengan type yang lebih baik, syukur-syukur bisa jadi RS type A," harapnya.